Sabtu, 16 Februari 2013

Run, Demi! Ruuuunn!!


Udah hampir sebulan ini gw rutin berlari tiap akhir pekan. Maksud gw bener-bener lari dengan kedua kaki. Bukan lari dari kenyataan #eaaaaa. Hanya sekali gw absen. Itu juga karena badan lagi ga enak; kena flu dan gejala demam. Kalo dipaksa berlari, sama aja memperburuk keadaan badan gw, yang berarti kontradiksi dengan tujuan gw berlari, yaitu ingin sehat. Hingga tulisan ini dibuat, udah 5 kali gw berlari dengan satu diantaranya di tengah pekan.

Di saat pertama kali gw memutuskan untuk berlari, kondisi badan lagi ga fit dan benar-benar ga nyaman. Insomnia dan terbangun di tengah malam sering terjadi. Sering merasa lemas padahal aktivitas fisik ga terlalu banyak. Ditambah lagi mood dalam keadaan ga bagus karena sering banget hujan yang menyebabkan gw sebagai “rain hater”, terganggu suasana hatinya. Masih ingat dengan banjir di bulan Januari yang menyebabkan Jakarta lumpuh? Well, di akhir pekan itu lah gw memutuskan berlari.

Senin, 21 Januari 2013

Cuaca dan Suasana Hati


Mengacu pada sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris pada Desember 2011 terhadap 497 remaja dan ibu mereka, ada 4 grup berbeda di masyarakat berdasarkan pengaruh cuaca terhadap mood mereka:

1. Unaffected: persentasenya adalah setengah dari orang-orang yang dilakukan penelitian. Untuk orang seperti ini, tidak masalah apakah itu hujan atau cerah; dingin atau panas, mood mereka hampir tidak terpengaruh.
2. Summer lovers: ini adalah grup yang diharapkan. Untuk orang dalam grup ini, mood mereka menjadi lebih baik saat jarang hujan, cuaca cerah dan suhu  meningkat (persentasenya 15% remaja dan 30% dari ibu mereka).
3. Summer haters: ini adalah grup yang hampir tidak pernah terdengar. Ini adalah kebalikan dari summer lovers di mana mereka lebih bahagia ketika lebih sering hujan, jarang ada sinar matahari dan suhu turun (persentasenya 27% remaja dan 12 % dari ibu mereka).
4. Rain haters: orang-orang dalam grup ini tidak terpengaruh dengan suhu, teriknya matahari, atau angin; pokoknya hanya hujan yang mereka benci. Mereka adalah minoritas, hanya 8% dari remaja dan 12% dari ibu mereka.

Jumat, 21 Desember 2012

Kalender Maya


Heboh banget tentang tanggal 21 Desember 2012 yang katanya akan jadi akhir dunia. Tulisan tentang kiamat itu serentak menghiasi berbagai situs pemberitaan. Ada yang menjadikan kiamat itu sebagai topik pilihan, tetapi ada juga yang hanya menulis sekedarnya saja seolah-olah itu bukan topik yang terlalu besar.

Jadi bikin penasaran, ada apa sih sebenarnya tentang tanggal 21? Penasarannya lebih ke arah bagaimana cara kalendar Maya bekerja dan kemudian berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Soal kiamatnya sendiri sih kurang tertarik karena berdasarkan keyakinan dari agama yang gw yakini, kiamat itu akan terjadi setelah ada tanda-tandanya terlebih dahulu di mana tanda-tandanya itu saat ini ada beberapa yang belum nampak.